Meninjau Candi Borobudur dan Candi Prambanan Sebagai Bangun Ruang

Sebelum kita meninjau Candi Borobudur dan Candi Prambanan Sebagai Bangun Ruang, ada baiknya kita mengetahui bagaimana sejarah dari terbentuknya candi-candi yang berada di yogja tersebut

1. Candi Borobudur

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.[1] Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.[2] Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

Pada hakikatnya Borobudur adalah sebuah stupa yang bila dilihat dari atas membentuk pola Mandala besar. Mandala adalah pola rumit yang tersusun atas bujursangkar dan lingkaran konsentris yang melambangkan kosmos atau alam semesta yang lazim ditemukan dalam Buddha aliran Wajrayana-Mahayana. Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana yang secara bersamaan menggambarkan kosmologi yaitu konsep alam semesta, sekaligus tingkatan alam pikiran dalam ajaran Buddha.[48] Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha. Dasar denah bujur sangkar berukuran 123 m (400 kaki) pada tiap sisinya. Bangunan ini memiliki sembilan teras, enam teras terbawah berbentuk bujur sangkar dan tiga teras teratas berbentuk lingkaran.

2. Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

dalam kaitan dengan matematika sesungguhnya ada banyak hal yang berkaitan dengan ilmu matematika misal menghitung tinggi candi borobudur dan candi prambanan dengan menggunakan trigonometri, tapi sekarang sesuai dengan judul saya akan mengaitkan bagaimana kita menghitung volume sebuah candi di jajaran candi prambanan atau candi borobudur itu sendiri,

  1. candi borobudur ala limas segiempat yang dipenggal.

candi borobudur  jika dibayangkan berbentuk limas segiempat yang dipenggal ujungnya kita dapat menghitung volume sesuai dengan pendekatan tentu hasilnya tidak seakurat menghitung limas seperti bangun ruang biasa.

jika kita bayangkan sebuah  candi borobudur kita masukan kedalam bejana yang berbentuk limas segiempat yang berukuran raksasa maka sisi dari candi borobudur akan sedikit berhimpit, nah dari sinilah pemikiran bagaimana mengukur candi borobudur dengan pendekatan volume limas segiempat. Ulasannya dapat anda ikuti seperti berikut ini:

boro

nah tentu permasalahnya bagaiman cara menghitung bidang tingginya? untuk menghitung tinggi kita dapat menggunakan trigonometri yang dipakai untuk mengukur tinggi monas seperti yang sebelumnya, nah untuk volume borobudur itu sendiri dicari dengan mengurangi volume keseluruhan limas dengan volume yang terpancung.

dalam hal ini untuk menghitung tinggi limas yang terpancung memang sedikit rumit karena akan menggunakan teori kesebangunan untuk menghitung sisi miringnya dan teorema pythagoras untuk menghitung tingginya.

nah seperti gambar disamping akan menghitung sisi miring dari limas yang terpancung :

a/b = d/c

sisi c, d, dan b dapat di ukur secara manual dengan berjalan dan menghitung berapa langkah kaki agar tidak berat-berat membawa meteran, nanti dikonpersi berapa panjang langkah kakimu ke meter atau centimeter.

setelah didapat nilai a kita akan mengukur tinggi dari limas yang dipancung:

kita sekarang akan menghitung tinggi limas yang dipancung yaitu dengan pythagoras, nah hitung mula-mula panjang diagonal alas yang besarnya d sqrt 2 kemudian t = sqrt (a^2 + (d sqrt 2)^2) = sqrt ( a^2 + 2d^2)

volume yang terpancung adalah 1/3 x luas alas x t

nah sekarang tinggal menghitung volume keseluruhan limas sebelum dipancung – volume yang terpancung

2.    candi prambanan ala kerucut

pernahkah anda bercita-cita menghitung volume prambanan!hehe tentu hal seperti itu tidak mustahil anda bisa menanyakan banyak batu yang dipakai atau dengancara sebagai berikut. hitunglah tinggi salah satu candi prambanan dengan menggunakan trigonometri tadi kemudian hitunglah keliling alas candi tersebut dengan cara berjalan mengelilinginya.

nah untuk menghitungnya tinggal gunakan persamaan volume kerucut : 1/3 x luas alas x tinggi

1/3 . π.r^2.t

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: